RENUNGAN
.co
christian
online
Renungan

Sumber Kuasa Terbesar

Dari Renungan

Langsung ke: navigasi, cari

Tanggal: 7 Juni

dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. (Yohanes 14:13)

Apakah saya sedang menggenapi pelayanan pengantara (ministry of intercession) ini -- meminta dalam nama Yesus -- jauh di lubuk hati yang tersembunyi dari hidup saya? Pelayanan ini merupakan pelayanan tersembunyi yang menghasilkan buah dan melaluinya Bapa dimuliakan, pelayanan yang tidak ada godaan untuk membanggakan atau menyombongkan diri.

Apakah saya membiarkan kehidupan rohani saya terbuang sia-sia, ataukah saya terfokus dengan membawa segala sesuatu ke sebuah titik pusat yaitu penebusan dari Tuhan saya? Apakah Yesus Kristus semakin lama semakin menguasai setiap kepentingan hidup saya? Jika titik pusat, atau pengaruh paling kuat dalam hidup saya ialah penebusan Tuhan, maka setiap segi hidup saya akan menghasilkan buah bagi-Nya.

Namun, saya harus meluangkan waktu untuk menyadari apakah sesungguhnya makna titik pusat kuasa ini. Bersediakah saya menyisihkan semenit dari setiap jam untuk memusatkan perhatian pada masalah itu? "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku..." -- yaitu, jikalau Anda terus bertindak, berpikir dan bekerja dari titik pusat tersebut -- ",mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya"(Yohanes 15:7).

Apakah saya tetap tinggal di dalam Dia? Apakah saya mengambil waktu untuk tetap di dalam Dia? Apakah sumber kuasa terbesar dalam hidup saya? Apakah itu pekerjaan, pelayanan dan pengorbanan untuk orang lain, ataukah upaya saya untuk bekerja bagi Tuhan?

Bukan hal yang kepadanya kita berikan waktu kita terbanyak yang paling kuat membentuk kita, tetapi hal yang mengerjakan kuasa paling besar untuk kita; dan kuasa itu adalah penebusan oleh Salib Yesus Kristus. Karenanya, kepadanyalah kita harus membuat tekad untuk memusatkan hasrat dan keinginan kita.

"Apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya... ". Murid yang tinggal di dalam Yesus bertindak sesuai kehendak Allah dan hal yang tampaknya merupakan pilihan bebasnya sebenarnya adalah keputusan Allah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Apakah hal ini suatu yang rahasia atau misteri? Apakah hal itu tampaknya bertentangan dengan penalaran atau kelihatannya absurd atau mustahil? Ya, tetapi alangkah mulianya kebenaran ini bagi seorang yang sungguh percaya.