RENUNGAN
.co
christian
online
Renungan

Mengandalkan Tuhan Dalam Perjuangan Hidup

Dari Renungan

Langsung ke: navigasi, cari

Spiritualitas Kristen selalu berfokus pada Kristus sebagai Sang Gembala, Kristus sebagai pusat kehidupan, yang kepadaNya setiap kita meletakan pengharapan dan pengabdian dalam tugas panggilan. Oleh karenanya segala sesuatu yang dikerjakan haruslah diletakan pada pemahaman bahwa itu semua dapat terlaksana hanya karena pertolongan Tuhan.

Mengandalkan Tuhan berarti selalu menyertakan Tuhan.
Oleh Albraham dia diberi tugas khusus, meminang istri bagi Ishak, sebuah tugas yang belum pernah dipercayakan Abrahamn kepadanya. Belum lagi soal tempat yang jaraknya jauh dan dia sendiri belum mengenal daerah itu. Apakah dia mandeg? Menolak tugas itu? Sekali-kali tidak, dia dengan taat dan setia menjalankan tugas itu.

Dengan 10 ekor unta, dan berbagai macam perhiasan, hamba itu berangkat ke negeri leluruh Abraham untuk menyelesaikan tugasnya. Tentu dia sadar bahwa kehadiran dirinya adalah orang asing yang bisa saja mendapat penolakan. Namun di tengah-tengah segala kelemahan dan kekurangan dirinya, ketidakpahaman tentang daerah itu dan kurangnya pengalaman dalam tugas seperti itu, membuat dia bersungkur dan memohon kepada Tuhan; “TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini”. Dia mengandalkan Tuhan, karena baginya hanya Tuhan yang dapat membuat dia berhasil dalam tugasnya. Karena ketidakpahaman dalam melihat perempuan yang cocok untuk Ishak dan saat itu ada beberapa anak-anak perempuan yang datang ke sumur menimba air, maka dia pun secara langsung meminta tanda kepada Tuhan; “Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak”. Frase “Kautentukan bagi hamba-Mu Ishak” memberikan penegasan bahwa biarlah pilihan Tuhan yang berlaku, bukan pilihan dirinya. Biarlah hikmat Allah yang berlaku, bukan hikmat dirinya.

Mengandalkan Tuhan berarti tidak lupa mengucap syukur
Satu hal yang menunjukkan sikap mengandalkan Tuhan adalah selalu ingat mengucap syukur. Hal ini tidak terlepas dari pemahaman bahwa mengucap syukur kepada Tuhan adalah sebuah pengakuan bahwa segala apa yang dilakukannya adalah karena Tuhan yang menyertai. Keberhasilan yang dia peroleh bukan karena kehebatannya, bukan karena kepintarannya, tetapi karena pertolongan Tuhan. Hamba Abraham mengucap syukur “Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!”.

Aplikasi Bagi Kita
Spiritualitas hamba Abraham kiranya memberikan sebuah spirit bagi kita dalam menjalakan tugas kita masing-masing. Kita diingatkan bahwa segala tugas itu tidak akan dapat kita selesaikan jika tidak menyertakan Tuhan. Kita mungkin dapat menyusun banyak rencana ke depan, tetapi ingat bahwa hanya Tuhan yang membuatnya dapat terlaksana, sebagaimana Amsal 19:21 menyatakan “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Oleh karena itu setiap tugas, berat atau pun ringan, tetaplah menyertakan Tuhan, karena Dialah sumber segala hikmat dan pengertian. Apakah sebelum menyusun rencana ke depan itu kita memohon penyertaan Tuhan? ataukah karena kita anggap punya pengalaman dan kemampuan sehingga membuat kita lupa menyertakan Tuhan? Berjuanglah untuk kehidupan dengan terus mengandalkan Tuhan, Dialah sumber daya juang kita.

“ Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”. (Filipi 4:13)