RENUNGAN
.co
christian
online
Renungan

16 Januari 2015

Dari Renungan

Langsung ke: navigasi, cari
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Januari 2015 >
          '14 '15
M S S R K J S
  1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Kalender Setahun
Renungan Aletea Cover 800x500.jpg

Jumat, 16 Januari 2015

Bacaan: Kejadian 9:1-17

Nats: Ayat 16

Kesempatan Kedua

Saat pemusnahan bumi dan segala isinya dengan air bah, Allah sudah mempersiapkan cikal-bakal kehidupan baru lagi bagi bumi-Nya, yaitu keluarga Nuh berikut segala binatang yang ada dalam kapalnya. Setelah semua tenang, Ia kembali memperbaharui perjanjian-Nya melalui busur pelangi di langit. Isi perjanjian itu merupakan kesempatan kedua bagi seluruh ciptaan secara khusus manusia.

Menarik bahwa perintah untuk beranak cucu dan menguasai bumi yang dulu diperintahkan kepada Adam-Hawa, juga kembali dibaharui kepada Nuh. Perjanjian Allah-Abraham melalui sunat, terkait dengan keturunan Abraham; perjanjian-Nya dengan Musa terkait dengan Israel saja. Sedangkan perjanjian-Nya dengan Nuh melibatkan manusia dan alam semesta. Dengan demikian busur pelangi itu lambang kesetiaan, kemurahan Allah, merupakan kesempatan kedua untuk seluruh ciptaan agar hidup dengan karakter baru, yang lama sudah ditelan air bah, yang baru kembali diserukan Allah.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam era pembaharuan Allah mari jangan kita sia-siakan kesempatan kedua dan yang kesekian ini dari Tuhan. Pemberian kesempatan ini seringkali tidak kita sadari, tertutup oleh pergumulan hidup. Banyak berkat pengampunan dan kasih Tuhan yang seharusnya menjadi tanda pemberian kesempatan bagi kita; semua itu seharusnya membuat kita mampu melihat busur pelangi-Nya bagi keluarga kita, dan menjadi peringatan bagi kita agar hidup lebih baik, secara baru dalam kesempatan kedua ini. (rs)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca
  2. Keluarga-keluarga Kristen
  3. Bangsa dan Negara
  4. Pelayanan RHK Aletea.