14 Juni 2014
Sabtu, 14 Juni 2014
Bacaan: Efesus 5:1-5
Nats: Ayat 4
Hindari Kekerasan Verbal
Banyak orang tua tanpa sadar telah melakukan kekerasan verbal terhadap anak, mengucapkan kata-kata yang menyakitkan; melecehkan; menganggap anak sebagai sumber kesialan; mengecilkan arti anak; julukan negatif; kesan anak tidak diharapkan; menakut-nakuti; mengancam; memaksa dsb.
Belajar dari didikan Paulus, kita ini anak-anak terang, penurut-penurut Allah. Perilaku hidup kita harus bebas dari segala macam kecemaran, bebas dari kata-kata kotor, sebagaimana sepatutnya orang-orang kudus. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan menguasai diri sehingga dapat menjaga ucapan bibir. Kegelisahan pribadi; stress, sangat andil besar dalam mendorong terjadinya kekerasan verbal ini.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, panggilan hidup kita adalah mencerminkan Kristus; hidup sebagai anak-anak terang; belajar menguasai diri; menjaga ucapan bibir hingga mengeluarkan kata-kata yang membangun, bukan yang menghancurkan. Kekerasan verbal berdampak negatif bagi anak: menyakitkan hati dan mereka berpikir seperti yang kerap diucapkan orang tuanya; kehilangan percaya diri; mempengaruhi cara bergaul; mereka belajar melakukan kekerasan juga; mereka merasa “terbungkam.” Tentu saja hal-hal semacam ini harus kita jauhkan. Mari kita junjung tinggi kasih sebagai nadi dalam tumbuh kembang anak.(rs)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (Polri);
- Aletea (rencana kunjungan pelayanan di Panti Jompo)