31 Mei 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Mei 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Kalender Setahun

Kamis, 1 Mei 2014

Bacaan: 1 Korintus 8:1-13

Nats: Ayat 6

Pilih Tuhan!

Hidup adalah pilihan dan ada begitu banyak tawaran penunjang hidup yang menggiurkan. Tuhan mengajari setiap kita cakap dalam membuat keputusan secara tepat.

Alkitab dengan tegas berkata bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Yesus Kristus, yang kita sembah di dalam Roh dan kebenaran. Artinya, ketika memutuskan menjadi pengikutNya, kita tidak punya pilihan lain selain menjadikan Dia sebagai satu-satunya Tuhan yang disembah. Roh kita berpusatkan pada Kristus dan terus memelihara keintiman denganNya.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, kita harus menyadari akan pentingnya menjadikan Yesus sebagai pusat hidup. Hal ini akan membuat kita peka akan Roh Kudus, juga memimpin kita untuk bertindak lebih berhati-hati dalam hidup ini. Banyaknya pilihan sarana hidup membuat kita sering tidak bisa fokus pada Tuhan. Bahkan ada yang terang-terangan berpaling dari Tuhan. Oleh karena itu, mari keluarga kita terus memelihara iman dan fokus pada Tuhan, agar roh kita terpelihara, selalu ada Tuhan dalam langkah kita. Firman-Nya, "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (ros)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (korban bencana alam Manado);
  4. Aletea (pendirian Yayasan)

Sabtu, 31 Mei 2014

Bacaan: Matius 11:25-30

Nats: Ayat 28

Saatnya Untuk Menyerah?

Menjelang operasi kedua, saya kecewa dan marah karena kata-kata dokter yang justru melemahkan, "Ada saatnya kok, Bu kita ini menyerah." Saya baru bisa berdamai dengan kalimat dokter itu saat sebulan pasca operasi. Memang, ada pada titik tertentu manusia itu bener-benar harus menerima keadaan dengan pandangan iman yang tertuju pada Allah.

Letih, lesu, berbeban berat adalah gambaran keadaan tanpa semangat, khawatir tanpa pengharapan. Kata "marilah", menggambarkan sebuah ajakan, undangan untuk meletakkan beban kepadaNya. Caranya, membangun hubungan hati yang intim dengan Tuhan, datang dengan hati yang mau berubah, maka ada kelegaan, perhentian dan kedamaian.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, hati kita ibarat gelas, mau tetap menjadi gelas retak karena segala luka batin, kekecewaan, kemarahan, dsb atau kembali utuh. Utuh (pulih) karena hati dipenuhi kasih melalui Roh Allah, mau terbuka untuk mampu menampung kasih Allah. Dengan sikap hati yang mau berserah, hati kita dipulihkan. Di sanalah kita dimampukan untuk melihat karya kebaikan Tuhan yang tetap nampak nyata dalam setiap pergumulan kita. Maka marilah meminta Roh Kudus untuk terus memulihkan keadaaan kita. (rs)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (keamanan menjelang Pemilu);
  4. Aletea (Tim Sirkulasi)