11 April 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | April 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
27 | 28 | 29 | 30 | |||
Kalender Setahun |
Selasa, 1 April 2014
Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2
Penolong Sepadan
Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)
Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.
Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (korban bencana alam Manado);
- Aletea (pendirian Yayasan)
Jumat, 11 April 2014
Bacaan: 2 Timotius 1:3-18
Like Mother Like Son
Nats: ....yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.(2 Timotius 1:5)
Abraham Lincoln berucap: "Tidak seorang pun miskin apabila ia memiliki ibu yang baik." Seorang ibu menjadikan anaknya kaya hati dan kuat karakternya. Ada pandangan bahwa kesuksesan itu buah dari keberhasilan didikan yang dimulai dari beberapa generasi sebelumnya; itulah warisan didikan, warisan spiritual.
Dalam diri Timotius saat itu bekerja karakter iman yang telah yang diwarisinya dari generasi ke generasi; dari neneknya turun ke ibunya dan selanjutnya kepada dirinya. Like mother like son. Karena didikan mereka jugalah Timotius berhati lembut, mau membuka hati untuk menerima didikan, ikut bentukan Tuhan.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, generasi penerus membutuhkan warisan pengalaman iman, mental, karakter yang baik dan kuat yang akan mendewasakan mereka agar mampu berjuang dan mengatasi masa depan. Warisan karakter itu tentu dibangun bukan hanya lewat kata-kata, tetapi pertama-tama melalui keteladanan sikap. Anak akan tumbuh sesuai dengan pola pengasuhan kita. PR besar kita adalah menjadi orang tua yang terus belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. (rs)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (Lembaga Peradilan);
- Aletea (Pelayanan di LP Pemuda Tangerang)