15 April 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | April 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
27 | 28 | 29 | 30 | |||
Kalender Setahun |
Selasa, 1 April 2014
Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2
Penolong Sepadan
Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)
Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.
Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (korban bencana alam Manado);
- Aletea (pendirian Yayasan)
Selasa, 15 April 2014
Bacaan: 1 Samuel 1:1-20
Minus Menjadi Plus
Nats: ....perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan Tuhan, ... (1 Samuel 1:12)
Yang menjadikan Hana luar biasa adalah karena ia membawa putus asanya ke hadirat Tuhan. Putus asa secara umum identik dengan sikap yang cenderung jauh dari Tuhan lantaran kecewa. Namun lain dengan Hana, dalam keterpurukan, ketidakberdayaannya, ia justru datang pada Tuhan.
Ia bawa sedu-sedan, kepedihan hatinya dalam tangisan doanya kepada Tuhan. Dalam kesusahan hatinya yang sangat, ia justru larut dalam doa penyerahan kepada Tuhan. Ia tidak tergoda mengasihani diri sendiri yang terkungkung dalam kepahitan, sakit hati, benci, dan marah. Saat itulah Tuhan turun tangan. Mandul fisik, produktif dalam hati. Saat Samuel lahir, ia membayar harga kepada Tuhan atas nazarnya. Tuhan justru menambahkan lagi tiga anak laki- laki dan dua perempuan.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, sikap hati yang terus mengandalkan Tuhan dalam keputusasaan, adalah iman yang kreatif. Sikap hati yang demikianlah yang sangat diperlukan dalam keluarga. Saat kehidupan makin berat, banyak persaingan dan tuntutan, sikap hati yang kreatif bersama Tuhan-lah yang sanggup mengolah menemukan jalan dari minus menjadi plus. (rs)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (Lembaga-lembaga pendidikan);
- Aletea (Percetakan)