16 April 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | April 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
27 | 28 | 29 | 30 | |||
Kalender Setahun |
Selasa, 1 April 2014
Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2
Penolong Sepadan
Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)
Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.
Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (korban bencana alam Manado);
- Aletea (pendirian Yayasan)
Rabu, 16 April 2014
Bacaan: Yohanes 19:16-27
Ibu di Mata Anak
Nats: Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah anakmu!" (Yohanes 19:26)
Dalam nuansa Paskah tahun 2014 ini, kita diingatkan akan jalinan kasih Yesus dengan ibunda terkasih-Nya.
Di saat mencekam tragis peristiwa salib itu, pertama-tama Allah Bapa yang Ia serukan nama-Nya, dan yang kedua, ibunda-Nya. Tentu saja kasih pihak-pihak terdekat itulah yang sangat memberi dukungan moril.
Bagaimana hal luar biasa Tuhan Yesus lakukan saat dilihat-Nya ibu-Nya bersama dengan murid yang dikasihi-Nya. "Ibu, inilah anakmu". Dari kalimat ini nampak sekali bahwa Ia tidak sedang merintih mengaduh tentang derita-Nya, namun justru masih sempat Ia memikirkan nasib ibu-Nya
Keluarga yang dikasihi Tuhan, bagaimana pertalian jiwa antara anak- anak dengan ibunya yang begitu erat dan indah, memacu para isteri untuk memelihara kekudusan dan hidup benar di hadapan Allah. Siapa ibu di mata anak- anak? Bagaimana kesan mereka tentang ibunya? Sebagai keluarga kristen, hendaknya kita menghormati peran ibu, peran isteri yang mulia bagi keluarganya. Sehingga terang Kristus mencerahkan dan menyejukkan seisi rumah, dan terpancar keluar melalui jendela hidup kita menerangi orang lain. (mtm)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (Komnas HAM);
- Aletea (Rencana mengisi acara di Radio Pelita Kasih)