17 April 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | April 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
27 | 28 | 29 | 30 | |||
Kalender Setahun |
Selasa, 1 April 2014
Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2
Penolong Sepadan
Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)
Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.
Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (korban bencana alam Manado);
- Aletea (pendirian Yayasan)
Kamis, 17 April 2014
Bacaan: Kamis Putih
Yohanes 13:1-20
Nats: Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; (Yohanes 13:14)
Kamis Putih (Maundy Thursday) merupakan ibadah yang dilaksanakan dalam rangka merayakan peristiwa pembasuhan kaki dan perjamuan malam Yesus bersama murid-murid-Nya. Pembasuhan kaki ini menjadi bentuk perenungan atas sikap, pikiran dan perasaan Yesus, Tuhan dan Guru, yang menyediakan diri-Nya untuk melayani.
Pada Kamis malam itu Yesus bersama murid-murid- Nya makan Perjamuan Paskah Yahudi berdasarkan Keluaran 12, merayakan peristiwa keluaran dari Mesir. Umat biasa melakukan sakramen di rumah bersama keluarga. Sehingga Yesus memerintahkan murid-Nya mencari tempat untuk mereka merayakan perjamuan Paskah. Tindakan dan perkataan Yesus dalam perjamuan Paskah itu dijadikan ketetapan dalam tindakan dan perkataan untuk sakramen perjamuan hingga saat ini. Pada Kamis Putih gereja-gereja masa kini, bukan lagi merayakan perjamuan Paskah Yahudi, melainkan perjamuan malam terakhir.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, melalui Kamis Putih, kita diajak bersama seluruh umat kristiani kembali menghayati dan bersedia melayani sesama; mengembangkan karakter rendah hati. Dengan saling melayani, membuat kita makin hidup. Kita nyatakan pertama-tama dalam keluarga, gereja demikian seterusnya masyarakat luas.(rs)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (Komnas Perempuan dan Anak);
- Aletea (Program Taman Baca)