18 April 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< April 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30
Kalender Setahun

Selasa, 1 April 2014

Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2

Penolong Sepadan

Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)

Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.

Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (korban bencana alam Manado);
  4. Aletea (pendirian Yayasan)

Jumat, 18 April 2014

Bacaan: Markus 15:33-41

Menemani-Nya Sampai Akhir

Nats: Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, ...Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus. (Markus 15:40-41)

Peristiwa salib disaksikan oleh para perempuan, Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome, yang melihat dari jauh. Sepertinya mereka tidak diijinkan berada dekat dengan salib, namun bukan berarti peran mereka kecil. Ini jauh lebih baik dibandingkan murid- murid yang tidak tampak atau menyelamatkan diri masing- masing.

Melalui perikop ini kita memahami solidaritas Yesus yang tak tertandingi bagi umat manusia, memberikan diri secara total. Namun, cinta-Nya yang tak bersyarat itu tidak terpahami oleh para murid-Nya. Mereka tidak setia mengikuti Sang Guru, sampai wafatNya di Golgota. Lain dengan para perempuan itu, sekalipun dari kejauhan, mereka menemani Yesus sampai akhir, mereka menyertai- Nya justru di saat tersulit. Itulah cinta.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, seringkali kita pergi begitu saja tatkala ada sahabat yang kesusahan. Kita hanya ingin bersahabat di saat senang saja. Sahabat yang baik adalah yang rela mendampingi, mendukung atau mendengarkan jeritan, seperti yang dilakukan perempuan- perempuan itu terhadap Yesus. Ada, hadir, menemani sampai akhir. (arg)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (Para buruh);
  4. Aletea (PSKD dalam penerimaan Siswa baru)