28 April 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | April 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
27 | 28 | 29 | 30 | |||
Kalender Setahun |
Selasa, 1 April 2014
Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2
Penolong Sepadan
Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)
Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.
Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (korban bencana alam Manado);
- Aletea (pendirian Yayasan)
Senin, 28 April 2014
Bacaan: 1 Raja-Raja 2:13-21
Bisikan Positif
Nats: Lalu Batsyeba berlutut dan sujud ... Lalu perempuan itu berkata kepadanya: ... (1 Raja-Raja 2:16, 17)
Juru bisik dalam kehidupan politik, sangat menentukan. Karena penguasa sering tidak bisa melihat dan mendengar sendiri apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, maka ketergantungannya kepada informasi orang lain sangatlah besar. Itulah sebabnya, peran dari juru bisik, sangatlah penting.
Batsyeba, bukan saja seseorang yang turut berperan penting dalam proses membuat Salomo, anaknya, menjadi raja menggantikan Daud, tetapi juga menjadi juru bisik bagi raja Salomo. Ia didekati Adonia untuk menyatakan keinginannya agar disampaikan kepada raja Salomo. Adonia tidak salah memilih Batsyeba, karena dalam hal ini ia adalah orang yang tepat, bukan nabi Natan, Benaya yang panglima atau Imam Zadok. Batsyeba melakukan tugasnya dengan baik, tanpa ada embel-embel bagi dirinya.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, seringkali ibu atau perempuan lebih dekat dengan bisik-bisik atau bergosip. Mari belajar dari Batsyeba membisikkan sesuatu yang baik dan positif. Pakai waktu yang ada untuk membicarakan hal- hal positif dan menjadi berkat bagi orang lain terutama mengajarkan yang baik bagi anggota keluarga.(arg)
Pokok Doa hari ini:
- Pergumulan Pembaca;
- Keluarga-keluarga Kristen;
- Bangsa (Anak-anak putus sekolah);
- Aletea (mitra pelayanan)