29 April 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< April 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30
Kalender Setahun

Selasa, 1 April 2014

Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2

Penolong Sepadan

Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)

Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.

Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (korban bencana alam Manado);
  4. Aletea (pendirian Yayasan)

Selasa, 29 April 2014

Bacaan: Amsal 31:10-31

Cakap Mengurus Keluarga

Nats: Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya,makanan kemalasan tidak dimakannya. (Amsal 31:27)

Seorang pria memiliki beberapa kriteria bagi calon wanita pujaannya, yang seringkali cenderung sebatas fisik seperti kecantikan. Tidaklah salah memang, namun perlu dicermati tentang sikap dan perilaku keseharian mereka.

Seorang isteri yang baik menurut Amsal 31:10- 31 adalah seorang yang cakap, yang berarti mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu (banding ay. 27). Artinya seorang isteri yang cakap akan rajin bekerja dan memperhatikan urusan rumah tangga. Isteri yang cakap tidak pernah mengenal lelah untuk membahagiakan suami, anak - anak dan seisi rumahnya.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, ayat ini tentu bukan hanya panduan bagi pria dalam mencari pasangan, tetapi pertama-tama adalah didikan bagi para isteri, dan kaum perempuan pada umumnya, untuk memiliki sifat yang cakap. Dengan demikian maka kita telah melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tantangan terbesar keluarga sekarang adalah karakter yang serba instan. Isteri harus bisa mengedepankan proses, bukan hanya hal sarana hidup tetapi juga dalam menanamkan karakter yang kuat mengakar kepada keluarga. (wb)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (keamanan menjelang Pemilu);
  4. Aletea (Tim Sirkulasi)