30 April 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< April 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30
Kalender Setahun

Selasa, 1 April 2014

Bacaan: Kejadian 1:26, 27; 2:18-2

Penolong Sepadan

Nats: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia". (Kejadian 2:18)

Cara Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Namun demikian Allah menjadikan mereka sepadan. Maka jadilah Hawa sebagai penolong bagi Adam sesuai rencana Allah.

Setiap perempuan perlu menghayati panggilannya dengan mengingat dua kata kunci: penolong dan sepadan. Menjadi penolong tidaklah mudah, karena itu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, yang lebih kuat dari debu tanah. Secara logika penolong harus lebih kuat dari yang ditolongnya. Kekuatan itu perempuan peroleh hanya di dalam kuat kuasa Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Sepadan artinya perempuan-laki-laki adalah gambar dan rupa Allah dan bisa saling melengkapi.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, dalam sebuah rumah tangga, laki-laki dan perempuan dapat diilustrasikan sebagai tiang penyangga dan atap, fondasinya adalah Yesus sendiri. Dengan fondasi dan tiang serta atap yang bergaul erat dengan Tuhan, maka rumah tangga itu akan menjadi lebih kokoh. Betapa pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki. Bila hal ini nyata dalam keluarga kita, sejatinya anak-anak pun dapat belajar menghayati panggilannya, sebagai laki-laki maupun perempuan. (nj)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (korban bencana alam Manado);
  4. Aletea (pendirian Yayasan)

Rabu, 30 April 2014

Bacaan: Amsal 19 : 10-29

Isteri Berakal Budi

Nats: Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan. (Amsal 19:14)

Orang cenderung menilai berkat dan kebahagiaan atas kehadiran pasangannya lebih pada hal fisik: cantik/ ganteng; penampilan yang bagus; pekerjaan mapan; penghasilan menjanjikan, dsb. Tentu saja hal itu tidak seratus persen salah.

Namun ada karakter lain yang utama yang ditekankan Alkitab, isteri yang berakal budi yang dikategorikan sebagai karunia Tuhan. Akal budi sejajar artinya dengan pikiran yang sehat, bijaksana, menjadi alat berpikir, alat batin, karakter untuk menimbang perkara yang baik dan buruk, benar-salah; kecerdikan. Selama manusia hidup, akal budi akan selalu dipakai. Kita mengetahui betapa peran isteri/ ibu/perempuan sangatlah besar dalam penyelenggaraan rumah tangga. Bila semua pengabdian itu dipimpin oleh akal budi yang dikaruniakan Tuhan, maka itulah keluarga terberkati.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, kita patut berdoa, agar setiap isteri dapat memancarkan sinar dan senyuman dari wajahnya, menenteramkan dan menyejukkan hati seisi rumah. Ia sosok yang berlaku takut akan Tuhan dan mengandalkan-Nya. Tentu perempuan yang demikian adalah ibu keluarga yang sangat patut diteladani oleh semua anggota keluarganya. (mtm)

Pokok Doa hari ini:

  1. Pergumulan Pembaca;
  2. Keluarga-keluarga Kristen;
  3. Bangsa (Kampanye Parpol yang damai);
  4. Aletea (Penerbitan bulan Mei)