15 Februari 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Februari 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28
Kalender Setahun

Sabtu, 1 Februari 2014

Bacaan: Yohanes 3:1-21

Sumber dan Teladan Kasih

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)

Semula orang tua memberikan perhatian penuh kepada saya, apa yang saya minta segera dipenuhi. Keadaan berubah drastis saat mempunyai adik, perhatian mereka tidak lagi terfokus kepada saya. Dalam beberapa kesempatan saya malah harus mengalah, mengubur keinginan dan merelakan adik-adik menikmati apa yang mereka inginkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kasih manusia itu terbatas, sangat bergantung pada waktu dan keadaan.

Tuhan Allah adalah pribadi yang Kasih-Nya akan dunia ini sudah terbukti ketika mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kasih-Nya tidak terbatas oleh waktu maupun keadaan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa tugas mulia untuk menyelamatkan semua orang percaya dari hukuman dosa.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, pengejawantahan Allah dalam Yesus adalah teladan kasih, sumber tertinggi dari kasih itu. Kasih-Nya tak pilih-pilih, dan terus. Berawal dari keluarga mari kita melakukan kasih tanpa mengkotak-kotakkan orang dan tidak musiman. Tentu tidak mudah, namun kalau tidak dicoba kapan akan dimulai. Saat ini adalah momen untuk mengawali kasih yang bersumber pada kasih abadi. (wb)

DOA: Terima kasih ya Tuhan, oleh karena kasih-Mu kami masih ada dan berkarya hingga saat ini. Tolong agar kami mampu terus bersumber pada kasih-Mu dan meneladani-Mu. Amin Sabtu, 15 Februari 2014

Bacaan: Galatia 6:1-10

Tidak Jemu!

Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. (Galatia 6:10)

Suatu siang Ninik, seorang anak kecil, bermain ke rumah saudara saya. Sampai waktu siang itu, ia belum makan. Sambil menyiapkan makan buat Ninik, saudara saya bertanya kepadanya, mengapa belum makan? Jawabnya: "Kakak belum datang dari pasar burung untuk memberikan uang hasil penjualan burung kepada Mama. Biasanya meskipun hanya baru laku seekor, kakak pulang sebentar memberikan uangnya untuk membeli beras."

Firman Tuhan mengingatkan agar kita dapat melihat keadaan orang lain. "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu." Beban ini mencakup kebutuhan rohani dan jasmani. Karena itu meskipun keluarga kita sibuk tetapi temukan kesempatan untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak Tuhan.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, mempedulikan orang lain, bukan berarti ikut campur urusan orang. Mengasihi di atas rata-rata berarti bergaul dengan kasih yang melimpah yang berwujud dengan ke-ramahan yang tulus, kemurahan hati, kesabaran, pengertian, dll. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita tidak jemu berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. (tm)

DOA: Pimpinlah kami untuk dapat hidup menjadi berkat dalam kebersamaan dengan saling mengasihi lebih dari rata-rata. Amin