3 Februari 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | Februari 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | ||||||
2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | |
Kalender Setahun |
Sabtu, 1 Februari 2014
Bacaan: Yohanes 3:1-21
Sumber dan Teladan Kasih
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)
Semula orang tua memberikan perhatian penuh kepada saya, apa yang saya minta segera dipenuhi. Keadaan berubah drastis saat mempunyai adik, perhatian mereka tidak lagi terfokus kepada saya. Dalam beberapa kesempatan saya malah harus mengalah, mengubur keinginan dan merelakan adik-adik menikmati apa yang mereka inginkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kasih manusia itu terbatas, sangat bergantung pada waktu dan keadaan.
Tuhan Allah adalah pribadi yang Kasih-Nya akan dunia ini sudah terbukti ketika mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kasih-Nya tidak terbatas oleh waktu maupun keadaan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa tugas mulia untuk menyelamatkan semua orang percaya dari hukuman dosa.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, pengejawantahan Allah dalam Yesus adalah teladan kasih, sumber tertinggi dari kasih itu. Kasih-Nya tak pilih-pilih, dan terus. Berawal dari keluarga mari kita melakukan kasih tanpa mengkotak-kotakkan orang dan tidak musiman. Tentu tidak mudah, namun kalau tidak dicoba kapan akan dimulai. Saat ini adalah momen untuk mengawali kasih yang bersumber pada kasih abadi. (wb)
DOA: Terima kasih ya Tuhan, oleh karena kasih-Mu kami masih ada dan berkarya hingga saat ini. Tolong agar kami mampu terus bersumber pada kasih-Mu dan meneladani-Mu. Amin Senin, 3 Februari 2014
Bacaan: 1 Yohanes 4:12-21
Kasih Yang Mengubahkan
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. (1 Yohanes 4:12)
Kasih adalah sebuah keputusan. Kasih bukan bicara soal perasaan, karena perasaan dapat datang dan hilang. Kasih adalah memberi. Memberi sukacita, memberi damai, rela memberi dari kekurangan kita. Kasih adalah kepedulian.
Kasih adalah satu komitmen untuk mau hidup dan melakukan dengan tulus dan teguh antar sesama manusia, baik hati, rendah hati, sabar, tidak iri hati, tidak mudah tersinggung, kasih mengalahkan kejahatan karena kasih itu adalah Yesus sendiri. Roh Tuhan yang ada di dalam kitalah yang mampukan kita untuk hidup dalam kasih-Nya.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, dunia saat ini sangat membutuhkan kasih yang dapat mengubah kehidupan, hanya kasih dalam Kristus-lah yang mampu melakukannya. Mari kenakan jubah kasih Kristus dan hidup di dalamnya, sehingga membawa terobosan dan berdampak lebih baik dari sebelumnya. Saat dunia begitu rawan dengan keegoisannya, dengan fanatisme kelompok, dengan kesibukannya yang luar biasa hingga mengasingkan sesama. Keluarga Kristen dipanggil tampil dengan senyum kasih yang mengubahkan: akrab, menghargai, peduli, menerima, dan mengampuni. (nj)
DOA: Ya Tuhan mampukanlah kami menyatakan kasih Kristus dalam keseharian kami. Amin