7 Februari 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | Februari 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | ||||||
2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | |
Kalender Setahun |
Sabtu, 1 Februari 2014
Bacaan: Yohanes 3:1-21
Sumber dan Teladan Kasih
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)
Semula orang tua memberikan perhatian penuh kepada saya, apa yang saya minta segera dipenuhi. Keadaan berubah drastis saat mempunyai adik, perhatian mereka tidak lagi terfokus kepada saya. Dalam beberapa kesempatan saya malah harus mengalah, mengubur keinginan dan merelakan adik-adik menikmati apa yang mereka inginkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kasih manusia itu terbatas, sangat bergantung pada waktu dan keadaan.
Tuhan Allah adalah pribadi yang Kasih-Nya akan dunia ini sudah terbukti ketika mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kasih-Nya tidak terbatas oleh waktu maupun keadaan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa tugas mulia untuk menyelamatkan semua orang percaya dari hukuman dosa.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, pengejawantahan Allah dalam Yesus adalah teladan kasih, sumber tertinggi dari kasih itu. Kasih-Nya tak pilih-pilih, dan terus. Berawal dari keluarga mari kita melakukan kasih tanpa mengkotak-kotakkan orang dan tidak musiman. Tentu tidak mudah, namun kalau tidak dicoba kapan akan dimulai. Saat ini adalah momen untuk mengawali kasih yang bersumber pada kasih abadi. (wb)
DOA: Terima kasih ya Tuhan, oleh karena kasih-Mu kami masih ada dan berkarya hingga saat ini. Tolong agar kami mampu terus bersumber pada kasih-Mu dan meneladani-Mu. Amin Jumat, 7 Februari 2014
Bacaan: Lukas 7:36-50
Tindakan Kasih
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih. (Lukas 7:47)
Ketika Tuhan Yesus diundang makan di rumah seorang Farisi, Maria juga datang ke tempat itu dengan membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Ia membasahi kaki-Nya dengan air matanya dan menyeka dengan rambutnya, mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
Sambil berpaling kepada Maria, Tuhan Yesus menunjukkan beberapa hal yang dilakukan oleh Maria dalam menyambut kehadiranNya, menegaskan dengan jelas bahwa: "Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." Maria mengasihi lebih dari rata-rata. Ia menerima anugerah yang menjadi harapannya, yaitu pengampunan dosa.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, Maria dengan iman dan tindakan kasihnya telah membuktikan bahwa kasih yang demikianlah yang diperkenan Tuhan. Kasih di atas rata-rata harus berani mengambil tindakan menyalibkan diri sendiri dan mempersembahkan tindakan nyata kepada Tuhan. Iman dan kasih bukan hanya dirasakan Tuhan tetapi juga bisa dirasakan orang lain melalui karya nyata. (tm)
DOA : Ya Tuhan yang Mahakasih, puji syukur atas kasih-Mu yang berkelimpahan dalam hidup kam. Amin