12 Februari 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Februari 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28
Kalender Setahun

Sabtu, 1 Februari 2014

Bacaan: Yohanes 3:1-21

Sumber dan Teladan Kasih

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)

Semula orang tua memberikan perhatian penuh kepada saya, apa yang saya minta segera dipenuhi. Keadaan berubah drastis saat mempunyai adik, perhatian mereka tidak lagi terfokus kepada saya. Dalam beberapa kesempatan saya malah harus mengalah, mengubur keinginan dan merelakan adik-adik menikmati apa yang mereka inginkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kasih manusia itu terbatas, sangat bergantung pada waktu dan keadaan.

Tuhan Allah adalah pribadi yang Kasih-Nya akan dunia ini sudah terbukti ketika mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kasih-Nya tidak terbatas oleh waktu maupun keadaan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa tugas mulia untuk menyelamatkan semua orang percaya dari hukuman dosa.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, pengejawantahan Allah dalam Yesus adalah teladan kasih, sumber tertinggi dari kasih itu. Kasih-Nya tak pilih-pilih, dan terus. Berawal dari keluarga mari kita melakukan kasih tanpa mengkotak-kotakkan orang dan tidak musiman. Tentu tidak mudah, namun kalau tidak dicoba kapan akan dimulai. Saat ini adalah momen untuk mengawali kasih yang bersumber pada kasih abadi. (wb)

DOA: Terima kasih ya Tuhan, oleh karena kasih-Mu kami masih ada dan berkarya hingga saat ini. Tolong agar kami mampu terus bersumber pada kasih-Mu dan meneladani-Mu. Amin Rabu, 12 Februari 2014

Bacaan: 1 Korintus 13:1-13

Kasih: Fokus Kepada Orang Lain

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. (1 Korintus 13:3)

Seperti halnya kita pahami bahwa kasih tidak sebatas pada ucapan bibir melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata. Tindakan bukan sebatas pada aksi memberikan sesuatu pada orang lain melainkan harus menjadi karakter orang itu.

Karakter kasih adalah: Pertama, murah hati artinya mudah memberi. Kedua, tidak cemburu artinya merasa senang melihat orang lain beruntung atau berhasil. Ketiga, tidak memegahkan diri yaitu tidak menganggap diri lebih tinggi dari yang lain. Keempat, tidak sombong artinya tidak menghargai diri sendiri secara berlebihan.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, sebagai orang percaya kita dipanggil untuk mengasihi orang lain sebagaimana kita mengasihi diri sendiri. Belajar dari karakter kasih di atas, kita diajar untuk menggarap bagian "dalam" diri kita, untuk menghasilkan buah fokus pada orang lain. Kasih berfokus pada orang lain, bukan diri sendiri. Karakter kasih adalah karakter memberi diri, berkorban bagi orang lain. Menurut hitungan dunia hal ini tentu tak masuk akal, karena menyebabkan rugi. Tetapi itulah panggilan buah hidup kita, kasih. (wb)

DOA: Biarlah kasih-Mu ya Tuhan mengalir dalam kehidupan kami dan mampukan kami agar bisa hidup saling mengasihi. Amin