14 Februari 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Februari 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28
Kalender Setahun

Sabtu, 1 Februari 2014

Bacaan: Yohanes 3:1-21

Sumber dan Teladan Kasih

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)

Semula orang tua memberikan perhatian penuh kepada saya, apa yang saya minta segera dipenuhi. Keadaan berubah drastis saat mempunyai adik, perhatian mereka tidak lagi terfokus kepada saya. Dalam beberapa kesempatan saya malah harus mengalah, mengubur keinginan dan merelakan adik-adik menikmati apa yang mereka inginkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kasih manusia itu terbatas, sangat bergantung pada waktu dan keadaan.

Tuhan Allah adalah pribadi yang Kasih-Nya akan dunia ini sudah terbukti ketika mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kasih-Nya tidak terbatas oleh waktu maupun keadaan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa tugas mulia untuk menyelamatkan semua orang percaya dari hukuman dosa.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, pengejawantahan Allah dalam Yesus adalah teladan kasih, sumber tertinggi dari kasih itu. Kasih-Nya tak pilih-pilih, dan terus. Berawal dari keluarga mari kita melakukan kasih tanpa mengkotak-kotakkan orang dan tidak musiman. Tentu tidak mudah, namun kalau tidak dicoba kapan akan dimulai. Saat ini adalah momen untuk mengawali kasih yang bersumber pada kasih abadi. (wb)

DOA: Terima kasih ya Tuhan, oleh karena kasih-Mu kami masih ada dan berkarya hingga saat ini. Tolong agar kami mampu terus bersumber pada kasih-Mu dan meneladani-Mu. Amin Jumat, 14 Februari 2014

Bacaan: 2 Timotius 3:10-17

Berani Dan Setia Dalam Aniaya

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.(2 Timotius 3:12)

Mendapat hadiah dengan didahului penderitaan? Mungkin kita pikir-pikir dulu, apakah hadiah itu seimbang dengan penderitaan yang dialami. Tetapi dalam hidup rohani, sikap "pikir-pikir dulu" harus dibuang. Karena hidup di dalam Tuhan sangat butuh komitmen dan tanggung jawab keberanian untuk setia.

Paulus menasehatkan kepada Timotius. Pertama, ia memberitahukan penderitaan dan aniaya yang dialami di Antiokia, Ikonium dan di Listra. Tetapi, Tuhan telah melepaskannya. Kedua, ia mengajarkan, sekaligus menantang kita, untuk berani beribadah di dalam Kristus Yesus, walau nantinya menderita aniaya. Ketiga, kita diingatkan untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah kita terima dan yakini melalui Alkitab.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, Roma 8:18 menuliskan: "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." Berpegang pada keyakinan ini kita dimampukan untuk berani dan setia menyatakan kasih kepada Allah sekalipun mungkin berdampak aniaya. Keluarga Kristen menjadi ujung tombak dalam melakukan kasih Tuhan di tengah kehidupan majemuk. (mtm)

DOA: Ya Tuhan Yesus, kuatkan kami bila mengalami penderitaan dalam kehidupan kami. Amin