20 Februari 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 9 Juni 2014 00.28 oleh Renungan (bicara | kontrib) (1 revisi)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Februari 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28
Kalender Setahun

Sabtu, 1 Februari 2014

Bacaan: Yohanes 3:1-21

Sumber dan Teladan Kasih

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)

Semula orang tua memberikan perhatian penuh kepada saya, apa yang saya minta segera dipenuhi. Keadaan berubah drastis saat mempunyai adik, perhatian mereka tidak lagi terfokus kepada saya. Dalam beberapa kesempatan saya malah harus mengalah, mengubur keinginan dan merelakan adik-adik menikmati apa yang mereka inginkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kasih manusia itu terbatas, sangat bergantung pada waktu dan keadaan.

Tuhan Allah adalah pribadi yang Kasih-Nya akan dunia ini sudah terbukti ketika mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kasih-Nya tidak terbatas oleh waktu maupun keadaan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa tugas mulia untuk menyelamatkan semua orang percaya dari hukuman dosa.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, pengejawantahan Allah dalam Yesus adalah teladan kasih, sumber tertinggi dari kasih itu. Kasih-Nya tak pilih-pilih, dan terus. Berawal dari keluarga mari kita melakukan kasih tanpa mengkotak-kotakkan orang dan tidak musiman. Tentu tidak mudah, namun kalau tidak dicoba kapan akan dimulai. Saat ini adalah momen untuk mengawali kasih yang bersumber pada kasih abadi. (wb)

DOA: Terima kasih ya Tuhan, oleh karena kasih-Mu kami masih ada dan berkarya hingga saat ini. Tolong agar kami mampu terus bersumber pada kasih-Mu dan meneladani-Mu. Amin Kamis, 20 Februari 2014

Bacaan: Kolose 3:18-23

Kasih: Rela Kehilangan

Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. (Kolose 3:19)

Dalam setiap rumah tangga selalu ada saat dimana badai dan gelombang menerpa. Ada keluarga-keluarga yang harus melewati kejadian-kejadian tragis, yang membuat kita tidak mengerti. Bagian kita adalah percaya akan penyertaan-Nya dan dengan taat melewatinya.

Dalam keadaan seperti inilah janji nikah yang diikrarkan bersama di hadapan Tuhan menjadi teruji. Suami yang juga berperan sebagai imam keluarganya, bersama-sama dengan istri saling menopang menjadi satu dalam pengambilan keputusan keluarga untuk kebaikan setiap anggota keluarga. Kita tahu tiap keluarga pengikut Kristus pasti memikul salib. Setiap anggota keluarga juga harus menyalibkan keakuannya dan melebur dalam kesatuan yang disebut "kita". Pertama-tama panggilannya adalah hidup satu bagi yang lain. Rela berkorban.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, menjadi sangat perlu membawa Yesus selalu dalam rumah tangga kita. Dialah jiwa keluarga kita, cerminan kasih kita. Kasih Yesus rela kehilangan ke-aku-an-Nya demi kita, demikian juga keluarga kita. Harus rela menyalibkan ke-aku-an kita, rela kehilangan ke-aku-an kita dan hidup berorientasi satu bagi yang lain. (nj)

DOA: Ya Tuhan terima kasih untuk penyertaan-Mu yang sempurna dalam

keluarga kami. Amin