25 Februari 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | Februari 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | ||||||
2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | |
Kalender Setahun |
Sabtu, 1 Februari 2014
Bacaan: Yohanes 3:1-21
Sumber dan Teladan Kasih
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)
Semula orang tua memberikan perhatian penuh kepada saya, apa yang saya minta segera dipenuhi. Keadaan berubah drastis saat mempunyai adik, perhatian mereka tidak lagi terfokus kepada saya. Dalam beberapa kesempatan saya malah harus mengalah, mengubur keinginan dan merelakan adik-adik menikmati apa yang mereka inginkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kasih manusia itu terbatas, sangat bergantung pada waktu dan keadaan.
Tuhan Allah adalah pribadi yang Kasih-Nya akan dunia ini sudah terbukti ketika mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kasih-Nya tidak terbatas oleh waktu maupun keadaan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa tugas mulia untuk menyelamatkan semua orang percaya dari hukuman dosa.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, pengejawantahan Allah dalam Yesus adalah teladan kasih, sumber tertinggi dari kasih itu. Kasih-Nya tak pilih-pilih, dan terus. Berawal dari keluarga mari kita melakukan kasih tanpa mengkotak-kotakkan orang dan tidak musiman. Tentu tidak mudah, namun kalau tidak dicoba kapan akan dimulai. Saat ini adalah momen untuk mengawali kasih yang bersumber pada kasih abadi. (wb)
DOA: Terima kasih ya Tuhan, oleh karena kasih-Mu kami masih ada dan berkarya hingga saat ini. Tolong agar kami mampu terus bersumber pada kasih-Mu dan meneladani-Mu. Amin Selasa, 25 Februari 2014
Bacaan: Matius 25:31-46
Untuk yang Paling Hina
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Matius 25:40)
Salah satu cuplikan film "Mother Teresa", suster yang menjadi guru privat anak-anak orang kaya India, Agnes Gonxha Bojaxhiu. Ketika melihat orang-orang miskin di daerah Kalkuta, India. Tiba-tiba ia teringat ucapan Yesus, "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." Akhirnya, ia meninggalkan kenyamanan hidupnya, kemudian terjun ke kawasan paling miskin di India.
Apa yang kita lakukan pada orang-orang yang dianggap hina: pemulung, tukang sampah, pelacur, narapidana, dll? Mencibir, atau mengasihani? Kalau kita merasa tak ada untungnya mengasihi mereka, sebetulnya kita sedang hitung-hitungan dengan Tuhan. Sebab, segala sesuatu yang kita lakukan untuk mereka, itu kita melakukannya juga untuk Tuhan.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, mengasihi di atas rata-rata berlaku untuk semua orang, termasuk mereka yang dianggap hina. Justru kepada merekalah keluarga kita diutus untuk menyatakan kasih, rahmat Allah. Hendaknya kita tidak terjatuh pada sikap curiga hingga justru tak berbuat apa-apa. (rtgr)
DOA: Tuhan, lembutkan hati kami untuk mengasihi orang-orang yang terhina dalam masyarakat. Amin