13 Maret 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Maret 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
Kalender Setahun

Sabtu, 1 Maret 2014

Bacaan: Nehemia 5:1-13

Membangun Kepedulian

Nats: Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu!" (Nehemia 5: 9a,10b)

Kepedulian kepada sesama dewasa ini cenderung makin terkikis. Maka sering terjadi dalam hubungan darah, seseorang memang ada ikatan persaudaraan (basodara, sedulur, dll), tapi jika bicara uang (harta), maka lain cerita. Mudah sekali terjadi masalah perebutan harta warisan antar saudara.

Pada jaman Nehemia, rasa sosial (peduli) pada saudara sebangsa menjadi kendor karena masalah sosial yang begitu berat menekan. Muncul soal rentenir, sampai kepada soal gadai-menggadai tanah karena mesti membayar pajak yang ditentukan pemerintah. Kehidupan rakyat semakin berat. Nehemia marah terhadap pelaku ketidakadilan, karena mereka tidak punya rasa peduli pada saudara sebangsanya. Atas arahannya, maka mereka bersedia bahkan berjanji mengembalikan hak-hak rakyat sebagaimana sediakala.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, belajar dari prinsip Nehemia, maka seharusnya kita bersedia untuk berkorban bagi orang-orang yang ditindas. Mungkin kita tidak punya uang cukup untuk membantu mereka tetapi kita bisa terus memperdengarkan suara pembebasan bagi pihak lain. Bermula dari keluarga, mari kita saling membangun dan mengembangkan rasa peduli. (arg)

DOA: Tuhan, mampukan kami untuk peduli pada yang lemah dengan memperjuangkan hak-hak mereka. Amin Kamis, 13 Maret 2014

Bacaan: Matius 4:1-11

Jangan Berkorban Untuk Iblis

Nats: Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis, Janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu." (Matius 4:7)

Karena kebutuhan mendesak sering tanpa disadari kita "terpaksa" menjadi hamba iblis. Mata hati kita telah dibutakan oleh iblis saat itu. Walau dipermukaannya benar- benar untuk keluarga. Perlu perjuangan keras dan komitmen yang kuat untuk melepaskan diri dari jerat-nikmat semu si iblis.

Mari kita bangkit melawan dia. Caranya? Tuhan Yesus mengajar kita hari ini: "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Perkataan ini pula yang harus kita pegang hari ini, dan seterusnya, sehingga si iblis tidak akan berhasil merayu kita untuk berkompromi dengan dia.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, waspadalah saat kita galau memerlukan jalan keluar, iblis semakin cerdas memojokkan kita dengan solusinya. Sering kita tergoda kompromi dengan dosa. Ini amat kritis dan berbahaya bagi keselamatan keluarga, karena jalannya iblis adalah palsu dan menuju kebinasaan. Bila kita berada dalam situasi ini, ingatlah sabda Yesus. Mari membangun karakter sabar menanti jalan dan waktu Tuhan. Kuncinya: kita percaya pada-Nya. (mtm)

DOA: Ya Tuhan, ampuni kami bila kami mencobai Engkau, dan kuatkan kami melawan iblis. Amin