16 Maret 2014

Dari Renungan
Revisi sejak 8 April 2014 05.03 oleh Renungan (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Renungan Harian Keluarga Aletea
Renungan Artikel Konseling Kesaksian Jaringan Pelayan Anak Facebook
< Maret 2014 >
            '14
M S S R K J S
  1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
Kalender Setahun

Sabtu, 1 Maret 2014

Bacaan: Nehemia 5:1-13

Membangun Kepedulian

Nats: Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu!" (Nehemia 5: 9a,10b)

Kepedulian kepada sesama dewasa ini cenderung makin terkikis. Maka sering terjadi dalam hubungan darah, seseorang memang ada ikatan persaudaraan (basodara, sedulur, dll), tapi jika bicara uang (harta), maka lain cerita. Mudah sekali terjadi masalah perebutan harta warisan antar saudara.

Pada jaman Nehemia, rasa sosial (peduli) pada saudara sebangsa menjadi kendor karena masalah sosial yang begitu berat menekan. Muncul soal rentenir, sampai kepada soal gadai-menggadai tanah karena mesti membayar pajak yang ditentukan pemerintah. Kehidupan rakyat semakin berat. Nehemia marah terhadap pelaku ketidakadilan, karena mereka tidak punya rasa peduli pada saudara sebangsanya. Atas arahannya, maka mereka bersedia bahkan berjanji mengembalikan hak-hak rakyat sebagaimana sediakala.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, belajar dari prinsip Nehemia, maka seharusnya kita bersedia untuk berkorban bagi orang-orang yang ditindas. Mungkin kita tidak punya uang cukup untuk membantu mereka tetapi kita bisa terus memperdengarkan suara pembebasan bagi pihak lain. Bermula dari keluarga, mari kita saling membangun dan mengembangkan rasa peduli. (arg)

DOA: Tuhan, mampukan kami untuk peduli pada yang lemah dengan memperjuangkan hak-hak mereka. Amin Minggu, 16 Maret 2014

Bacaan: Keluaran 2: 10-15

Berkorban Bagi Bangsa

Nats: Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. (Keluaran 2:15)

Kecintaan pada bangsa akan membuat kita berjuang dan rela berkorban. Kita bisa melihat bagaimana para pejuang, rela berkorban untuk bangsa. Tentu pengorbanan itu bukan saja waktu mereka, tetapi juga rela mau meninggalkan zona nyaman mereka, untuk menghadapi dan menjalani zona baru yang tentu tidak nyaman karena justru mempertaruhkan nyawa.

Musa telah mendapat tempat dan kehidupan yang jauh lebih baik, hidup di Istana Firaun. Selama 40 tahun ia berada dalam kemewahan dan keterjaminan hidup. Namun kemewahan dan zona nyaman itu tidak meniadakan rasa cinta pada bangsanya. Kecintaan itu yang membuat dia untuk mau berkorban, meninggalkan zona nyaman dan memulai pengembaraan hidup yang baru. Dari istana masuk ke padang gurun.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, sebagai umat Kristen, kita pun punya panggilan untuk mencintai dan memperhatikan kesejahteraan bangsa. Untuk itu diperlukan sikap rela berkorban. Orang yang rela berkorban tidak lagi bertanya "apa yang diberikan bangsa kepadaku?", tetapi dia harus bertanya "apa yang sudah saya berikan kepada bangsaku". (hyl)

DOA: Ya Tuhan , kami mengucap syukur atas bangsa kami yang juga adalah milikMU. Mampukan kami untuk dapat mengabdi bagi bangsa kami. Amin