18 Maret 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | Maret 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | ||||||
2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
30 | 31 | |||||
Kalender Setahun |
Sabtu, 1 Maret 2014
Bacaan: Nehemia 5:1-13
Membangun Kepedulian
Nats: Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu!" (Nehemia 5: 9a,10b)
Kepedulian kepada sesama dewasa ini cenderung makin terkikis. Maka sering terjadi dalam hubungan darah, seseorang memang ada ikatan persaudaraan (basodara, sedulur, dll), tapi jika bicara uang (harta), maka lain cerita. Mudah sekali terjadi masalah perebutan harta warisan antar saudara.
Pada jaman Nehemia, rasa sosial (peduli) pada saudara sebangsa menjadi kendor karena masalah sosial yang begitu berat menekan. Muncul soal rentenir, sampai kepada soal gadai-menggadai tanah karena mesti membayar pajak yang ditentukan pemerintah. Kehidupan rakyat semakin berat. Nehemia marah terhadap pelaku ketidakadilan, karena mereka tidak punya rasa peduli pada saudara sebangsanya. Atas arahannya, maka mereka bersedia bahkan berjanji mengembalikan hak-hak rakyat sebagaimana sediakala.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, belajar dari prinsip Nehemia, maka seharusnya kita bersedia untuk berkorban bagi orang-orang yang ditindas. Mungkin kita tidak punya uang cukup untuk membantu mereka tetapi kita bisa terus memperdengarkan suara pembebasan bagi pihak lain. Bermula dari keluarga, mari kita saling membangun dan mengembangkan rasa peduli. (arg)
DOA: Tuhan, mampukan kami untuk peduli pada yang lemah dengan memperjuangkan hak-hak mereka. Amin Selasa, 18 Maret 2014
Bacaan: Yesaya 49:14-21
Tidak Melupakan
Nats: Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. (Yesaya 49:15)
Seorang kakek mendapat kunjungan cucunya dari luar kota. Sementara itu nenek sakit jantung dan menjalani perawatan di rumah sakit. Nenek sudah pikun dan sudah tidak mengenali lagi orang-orang terdekatnya.
Sore itu si kakek mengajak cucunya menengok nenek. Dalam perjalanan cucunya bertanya, mengapa kakek begitu setia menemani nenek meski nenek sudah lupa siapa kakek. Kakek menjawab, memang nenek sudah lupa, namun ia tidak pernah melupakan nenek.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, orang-orang yang kita kasihi bisa melupakan kita karena berbagai hal, dan kita juga bisa melupakan mereka. Manusia bisa lupa, namun Tuhan tidak pernah lupa untuk selalu mengasihi kita. Konsisten mengasihi seseorang yang selalu baik dan ingat kepada kita, itu mudah. Namun mengasihi orang yang kadang melupakan dan menyakiti hati kita, itulah yang namanya pengorbanan. Itulah yang Tuhan lakukan bagi kita. Tuhan selalu ingat kepada kita anak-Nya, bahkan saat kita menduakan atau melupakan-Nya. Syukur kepada Tuhan karena Ia tak pernah melupakan kita. (rtgr)
DOA: Tuhan, terima kasih karena Engkau tak pernah melupakan kami. Amin