26 Maret 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | Maret 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | ||||||
2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
30 | 31 | |||||
Kalender Setahun |
Sabtu, 1 Maret 2014
Bacaan: Nehemia 5:1-13
Membangun Kepedulian
Nats: Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu!" (Nehemia 5: 9a,10b)
Kepedulian kepada sesama dewasa ini cenderung makin terkikis. Maka sering terjadi dalam hubungan darah, seseorang memang ada ikatan persaudaraan (basodara, sedulur, dll), tapi jika bicara uang (harta), maka lain cerita. Mudah sekali terjadi masalah perebutan harta warisan antar saudara.
Pada jaman Nehemia, rasa sosial (peduli) pada saudara sebangsa menjadi kendor karena masalah sosial yang begitu berat menekan. Muncul soal rentenir, sampai kepada soal gadai-menggadai tanah karena mesti membayar pajak yang ditentukan pemerintah. Kehidupan rakyat semakin berat. Nehemia marah terhadap pelaku ketidakadilan, karena mereka tidak punya rasa peduli pada saudara sebangsanya. Atas arahannya, maka mereka bersedia bahkan berjanji mengembalikan hak-hak rakyat sebagaimana sediakala.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, belajar dari prinsip Nehemia, maka seharusnya kita bersedia untuk berkorban bagi orang-orang yang ditindas. Mungkin kita tidak punya uang cukup untuk membantu mereka tetapi kita bisa terus memperdengarkan suara pembebasan bagi pihak lain. Bermula dari keluarga, mari kita saling membangun dan mengembangkan rasa peduli. (arg)
DOA: Tuhan, mampukan kami untuk peduli pada yang lemah dengan memperjuangkan hak-hak mereka. Amin Rabu, 26 Maret 2014
Bacaan: Matius 5:13-16
Indahnya Berkorban
Nats: Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Matius 5:14)
Tentu kita mengenali gambaran kita menjadi terang. Dibutuhkan situasi yang bebas, bersih dari kegelapan atau hal-hal yang menghalangi terang itu.
Tuhan Yesus menghendaki murid-murid-Nya menjadi terang dunia. Atas anugerah Allah di dalam Kristus, terang yang sesungguhnya telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan, sebab perbuatan- perbuatan mereka jahat. Yang gemar berbuat jahat membenci terang dan tidak datang kepada terang itu supaya perbuatan- perbuatannya yang jahat itu tidak nampak. Tetapi siapa yang melakukan yang benar, datang kepada terang.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, terang kita hanya dapat berfungsi dengan benar apabila Kristus Terang Hidup itu kita miliki dengan taat, patuh, penurut, tekun dan setia dalam mengikut Dia. Kita korbankan kesenangan duniawi karena Kristus. Hendaknya setiap anggota keluarga saling rendah hati, pengertian, ikhlas berkorban demi kedamaian serta kesejahteraan keluarga; fokus pada Tuhan "Terang Hidup", saling memberikan terang, saling memberi diri, saling berguna satu bagi yang lain. Kita berguna bagi orang lain, itulah keindahan hidup kita. (tm)
DOA: Terpujilah nama-Mu ya Bapa Sorgawi yang memampukan kami untuk menjadi terang dunia di dalam Kristus. Amin