30 Maret 2014
Renungan Harian Keluarga Aletea | |||||
---|---|---|---|---|---|
Renungan | Artikel | Konseling | Kesaksian | Jaringan Pelayan Anak |
< | Maret 2014 | > | ||||
'14 | ||||||
M | S | S | R | K | J | S |
1 | ||||||
2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
30 | 31 | |||||
Kalender Setahun |
Sabtu, 1 Maret 2014
Bacaan: Nehemia 5:1-13
Membangun Kepedulian
Nats: Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu!" (Nehemia 5: 9a,10b)
Kepedulian kepada sesama dewasa ini cenderung makin terkikis. Maka sering terjadi dalam hubungan darah, seseorang memang ada ikatan persaudaraan (basodara, sedulur, dll), tapi jika bicara uang (harta), maka lain cerita. Mudah sekali terjadi masalah perebutan harta warisan antar saudara.
Pada jaman Nehemia, rasa sosial (peduli) pada saudara sebangsa menjadi kendor karena masalah sosial yang begitu berat menekan. Muncul soal rentenir, sampai kepada soal gadai-menggadai tanah karena mesti membayar pajak yang ditentukan pemerintah. Kehidupan rakyat semakin berat. Nehemia marah terhadap pelaku ketidakadilan, karena mereka tidak punya rasa peduli pada saudara sebangsanya. Atas arahannya, maka mereka bersedia bahkan berjanji mengembalikan hak-hak rakyat sebagaimana sediakala.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, belajar dari prinsip Nehemia, maka seharusnya kita bersedia untuk berkorban bagi orang-orang yang ditindas. Mungkin kita tidak punya uang cukup untuk membantu mereka tetapi kita bisa terus memperdengarkan suara pembebasan bagi pihak lain. Bermula dari keluarga, mari kita saling membangun dan mengembangkan rasa peduli. (arg)
DOA: Tuhan, mampukan kami untuk peduli pada yang lemah dengan memperjuangkan hak-hak mereka. Amin Minggu, 30 Maret 2014
Bacaan: Lukas 23: 26-31
Berkorban Bagi Tuhan
Nats: Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. (Lukas 23:26)
Siapa yang rela perjalanannya dihambat orang lain? Apalagi disuruh untuk memikul beban yang berat. Tentu sangat jarang ada orang yang bersedia melakukan itu. Bukan hanya soal waktu yang terbuang, dan bukan juga hanya soal tenaga yang terkuras, tetapi juga soal harga diri.
Perikop hari ini mengetengahkan bagaimana Simon dari Kirene harus berhenti dalam perjalanannya dari luar kota, untuk memikul salib Tuhan Yesus. Injil yang lain dan juga terjemahan BIS perikop ini memberikan keterangan bahwa Simon "dipaksa". Namun toh pada akhirnya keputusan untuk mau mengikuti desakan itu datangnya dari Simon orang Kirene itu. Jadi kalau dia kemudian mengambil keputusan mengikuti desakan itu, artinya dengan sadar pula dia mau menanggung derita, berkorban. Berkorban untuk siapa? Dia berkorban untuk Tuhan Yesus, demi meringankan sedikit penderitaanNya.
Keluarga yang dikasihi Tuhan, bulan depan kita akan merayakan masa-masa penderitaan Tuhan Yesus yang mau berkorban untuk penebusan dan penganpunan dosa kita semua. Maukah kita pun bersedia memikul salib itu bagi Tuhan? (hyl)
DOA: Ya Tuhan, Engkau telah memikul salib itu untuk kami, kami pun akan terus berusaha memikul salib kami sebagai bentuk kepatuhan kami kepadaMU. Amin